Paparkan Visi Infrastruktur, Rakyat Terkesan, Jokowi Menjawab Keraguan

Paparkan Visi Infrastruktur, Rakyat Terkesan, Jokowi Menjawab Keraguan

“Tidak ada satupun negara maju di dunia ini yang tidak memiliki infrastruktur yang baik”

Itulah kalimat pembuka Jokowi saat menjelaskan visinya terkait infrastruktur di hadapan ratusan orang dari berbagai latar belakang. Sejak 2014, pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur dari Sumatera hingga Papua. Namun, semua itu sering disalahpahami oleh orang-orang yang tidak mengalami dampak langsung pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi memaparkan dengan singkat, padat, dan jelas bahwa tujuan pembangunan infrastruktur selama ini adalah untuk membuat Indonesia menjadi negara yang maju. Infrastruktur bukan semata-mata soal ekonomi, tapi juga tentang menghubungkan anak dengan sekolahnya, mempermudah pertukaran budaya, menyatukan Indonesia. Lihat saja bagaimana anak SD yang selama ini sekolah di desa tetangga harus melewati jembatan tali, kini bisa memakai sepeda karena jembatan baru sudah dibangun. Hitunglah berapa waktu yang bisa dipersingkat dan tenaga yang bisa disimpan untuk melakukan hal lain.

Pembangunan jalan di perbatasan membuat kita tidak lagi malu di hadapan negara tetangga, namun yang lebih penting adalah warga di perbatasan punya akses yang lebih mudah untuk bergerak. Pembangunan juga bukan melulu soal jalan tol, tapi juga bendungan untuk irigasi, bandara, jalan desa, rel kereta, dan juga infrastruktur digital. Semua itu adalah modal dasar untuk memajukan Indonesia.

Pembangunan selama ini tidak hanya dilakukan di Jawa, tapi juga di seluruh wilayah Nusantara. Jokowi mengubah Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris. Pembangunan dan kemajuan adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya Jawa.

Untuk memastikan seluruh pembangunan berjalan lancar, Presiden Jokowi selama ini memilih untuk meninjau langsung di lapangan. Jokowi tidak mau duduk saja di Jakarta, menerima laporan dari lapangan, tapi harus melihat langsung progres pembangunan. Jokowi akan memutuskan kebijakan saat itu juga bilamana diperlukan atau saat terjadi kendala di lapangan.